BAIK TIDAK CUKUP BILA LEBIH BAIK MASIH MUNGKIN

Berbagi Pengalaman dalam Mencari Solusi Alternatif Bagi Mahasiswa IPB

In artikel, motivasi on 25 September 2009 at 14:14

Biaya pendidikan terutama untuk Perguruan Tinggi (PT) terasa semakin mahal. Sebagian orang menuding Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) sebagai salah satu penyebab semakin tingginya biaya pendidikan di PT.

Sebenarnya tinggi atau tidak biaya pendidikan di PT baru sebagian dari permasalahan. Untuk biaya hidup para mahasiswa pun, terutama mahasiswa IPB yang sebagian besar adalah perantau dari seluruh Indonesia, sudah terasa ‘mencekik’ kantung. Pada intinya menjadi mahasiswa IPB berarti perlu biaya tinggi.

Bagi sebagian mahasiswa tidak khawatir dengan biaya karena orang tuanya mampu, tetapi bagi sebagian yang lain harus memutar otak untuk mengakali antara suplai dana yang minim dengan biaya yang tinggi. Ada yang mencari beasiswa yang diberikan oleh beberapa organisasi atau yayasan tetapi jumlahnya tidak banyak.

Tidak sedikit juga yang mencari penghasilan tambahan dengan bekerja atau berwirausaha. Saya jadi teringat seorang rekan saya yang ulet luar biasa bernama Syam (Fahutan IPB angkatan 28). Dia hanya menerima kiriman uang kuliah dan biaya hidup untuk 2 bulan saja. Betul, hanya 2 bulan di semester pertama kuliahnya di IPB. Selebihnya Syam berusaha sendiri mencari biaya hidup dan biaya kuliahnya. Mulai dari jualan kartu ucapan di depan pintu Kebon Raya Bogor, jualan jaket, bisnis kerupuk pangsit, sampai bisnis kayu sudah dilakoninya. Walaupun dengan nilai pas-pasan, Syam lulus juga (it’s true happy ending story) dan terakhir saya dengar Syam punya usaha penggergajian kayu. Lain lagi dengan rekan-rekan dari Fakultas Peternakan mencari penghasilan tambahan dengan menggemukkan domba untuk kurban Idul Adha. Atau seperti yang pernah saya lakukan menjadi guru privat untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.

Mencari penghasilan tambahan dengan bekerja atau wirausaha adalah suatu hal yang positif. Selain mendapat suntikan dana juga untuk membangun mental mahasiswa. Hanya saja ada yang perlu dicermati, untuk bekerja atau wirausaha perlu menyisihkan waktu yang tidak sedikit,

Sebagai mahasiswa untuk memenuhi perkuliahan dan menyelesaikan tugas dari dosen sudah menyita waktu banyak, apalagi kalau harus ditambah dengan bekerja atau wirausaha. Seperti cerita di atas, rekan saya Syam harus sering ‘titip absen’ karena sibuk berwirausaha. Usaha penggemukkan domba hanya setahun sekali. Saya pun menjadi guru privat di semester akhir ketika tidak ada kuliah lagi. Lalu bagaimana solusinya?

Solusi terbaik yang bisa disarankan adalah bisnis Pemasaran Jaringan (Network Marketing) atau MLM (Multi Level Marketing). Mengapa? Bisnis MLM bermacam-macam tetapi umumnya mempunyai kesamaan yaitu sistemnya mudah, fleksibel waktu, dan ada residual income. Setiap perusahaan MLM mengembangkan sistem yang mudah dipelajari dan diterapkan. Bisnis ini dapat dilakukan diwaktu luang anda tanpa harus mengorbankan waktu kuliah anda yang berharga. Rresidual income atau customer referral program adalah penghasilansubsidi yang anda peroleh walaupun anda tidak aktif lagi di bisnis ini (pendapatan pasif). Residual income anda dapatkan karena anda dinilai sudah mempromosikan atau memperkenalkan produk jaringan anda, sehingga setiap penjualan produk dalam jaringan anda berhak mendapat bagian. Semakin besar jaringan yang anda bangun maka semakin besar residual income yang akan anda peroleh, bahkan tidak ada batasannya (unlimited income). Pada akhirnya bukan hanya biaya kuliah yang akan anda dapatkan tetapi kebebasan finacial. Rata-rata orang yang sukses (mendapatkan residual income yang lumayan besar) setelah menjalakan bisnis MLM secara konsisten dan pantang menyerah tidak lebih dari 3 tahun.

Banyaknya perusahaan MLM yang beroperasi di Indonesia mungkin menyebabkan anda bingung memilih di mana anda akan bergabung. Sebagai pertimbangan mungkin anda bisa menyeleksinya dari dua hal penting, yaitu produk dan modal. Setiap perusahaan MLM menyarankan kepada member untuk menggunakan produk perusahaan, karena sebelum anda menawarkan suatu produk kepada orang lain setidaknya anda dapat merasakan dulu manfaat produk tsb. Jadi janganlah bergabung dengan MLM yang produknya tidak bisa anda gunakan. Modal awal untuk menjadi member bervariasi antara Rp 50.000 sampai jutaan rupiah. Pilih sesuai kondisi keuangan anda. Mungkin yang anda harus pertimbangkan lagi adalah harga produk-produk yang ditawarkan perusahaan tsb. Hal ini terkait dengan poin sebelumnya, karena kalau produknya bagus tetapi mahal (apalagi untuk ukuran mahasiswa) maka kita butuh modal tambahan yang besar.

Beberapa bulan lalu saya ditawari bergabung dalam MLM dengan produk utamanya adalah pulsa. Sistem kerjanya yang mudah, modal rendah, produknya murah dan dibutuhkan banyak orang menjadi pertimbangan saya untuk mendalaminya lebih jauh. Pada akhirnya saya memutuskan bergabung dengan DBS. Mengapa DBS? Ada beberapa alasan

  • Pertama : Jumlah member yang ikut sudah banyak sekali. Ketika saya menjadi member (bulan Juni 2009) sudah lebih dari 2,5 juta member padahal perusahaan ini baru berdiri sekitar 1,5 tahun (berdiri 10 November 2007). Suatu perkembangan usaha yang luarbiasa.
  • Kedua : Direkomendasikan beberapa tokoh penting seperti Aa Gym, Guruh Soekarnoputra, Iwan Fals (saya salah satu fans nya) dan Bupati dari beberapa daerah. Dengan asumsi bahwa makin banyak orang yang telah ikut di DBS berarti sudah banyak yang mengakui keunggulan DBS dibanding bisnis sejenis dari perusahaan lain.
  • Ketiga : Keanggotaanya yang berlaku seumur hidup, bahkan dapat diwariskan, dan tidak ada target penjualan produk apapun. Tidak ada yang gagal di DBS hanya ada orang yang menyerah sebelum tercapai cita-citanya
  • Keempat : Sistem yang dipakai tidak hanya mengatur pemberian subsidi kepada member tetapi juga menjaga agar perusahaan tetap kokoh berdiri. Antara lain dengan adanya indeks Bagi Hasil. Apa gunanya perusahaan memberi janji bonus besar kepada member apabila perusahaannya bangkrut.
  • Kelima : Orang yang sudah berhasil di DBS memiliki latar belakang yang beragam dari mahasiswa sampai supir angkot, dari yang tidak tamat SD sampai yang jebolan Perguruan Tinggi. Semua bisa sukses.
  • Keenam : Adanya fatwa halal dari MUI untuk DBS. Cari rejeki yang halal saja biar berkah.

Klik halaman DI SINI untuk mencari bisnis yang mungkin bisa menjadi pembuka jalan menuju kesuksesan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: