Sering kita dengar orang menghibur atau memberi semangat dengan kata-kata diatas. Membuka pikiran dan hati orang yang sedang down atau jatuh semangatnya agar memandang jauh ke depan yang lebih baik dan mengingatkan akan janji Allah.
Tidak salah kalau kita pahami bila kita lagi tertimpa musibah/kesulitan agar bersabar karena Allah akan segera memberi jalan keluarnya. Tapi benarkah bila kalimat hanya digunakan untuk memberi semangat/menghibur orang yang lagi sedih?
Bagaimana kalau kita mengartikan secara terbalik? Mungkin ada baiknya kita mengarikannya sbb : Untuk mendapat kemudahan dalam hidup maka kita harus mengalami kesulitan-kesulitan lebih dahulu. Sesuai lagunya Bang Haji Rhoma Irama “Berakit-rakit kita ke hulu. Berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu. Bersenang-senang kemudian”.
Idealnya kita kerja santai tapi penghasilan besar. Ada yang menginginkan saat balita dimanja, saat remaja foya-foya, saat muda kaya, saat tua bahagia dan mati masuk surga. (Hmmm enak banget).
Baca entri selengkapnya »

Bagi sebagian mahasiswa tidak khawatir dengan biaya karena orang tuanya mampu, tetapi bagi sebagian yang lain harus memutar otak untuk mengakali antara suplai dana yang minim dengan biaya yang tinggi. Ada yang mencari beasiswa yang diberikan oleh beberapa organisasi atau yayasan tetapi jumlahnya tidak banyak.