NIGHTWALKER(s)
Masih kutelusuri
sendiri
di bawah bayang lampu temaram
dingin yang tenang
membuka hati yang lapang
kurambah belantara malam
selami jurang kegelapan
gapai bintang yang enggan pulang
harusnya engkau di sini Kawan
bagai angin malam berlalu
datang sekejap bawa keceriaan
lalu hilang dibalik gelap malam
tanpa arah pasti kita jelang
kapan…
semua kan terulang
sementara masih kutelusuri jalan
sendiri
di bawah bayang lampu temaram
dan bulan yang enggan pulang
Bogor, Akhir November ’94
SILENCE OF THE WIND
biarkan ini berlanjut
biarkan mengalir bagai air
gemericik melewati batu
tenang melompati batu
mengalirlah
bawa aku padamu
hanya padamu……
Bogor, akhir November ’94
THROUGH THE EYES
hmmm….
ketika aku terdiam
kuarungi nalar dan angan
sambil kudengar celoth yang gagap
dan tawa lepas yang tak bermakna
sementara kumakin ke tepi batas yang tak jelas
walau denyut jantung kita masih bermakna
mengiringi langkahku yang tersisih
tak mengerti walau ku dengar
tak tampak walau ku pandang
kutembus cakrawala di mata kalian
tapi tak kutemukan apa-apa
atau karena ku tak tahu apa-apa lagi
hmmm…
kulanjutkan arungi nalar dan angan
tanpa kalian coba tuk mengerti
aku sudah di tepi
Bogor, akhir November ’94
BAD DAY
satu luka perasaan
terhempas
terhenyak
tak bisa mengerti
mengapa terjadi
sejenak membelai luka
tertatih gapai esok
yang mungkin
hingga sang waktu menutp segala
kubur luka beribu makna
walau tetap menganga
kemudian dilupa tanpa daya
(saat lelah menghantam di bawah mentari yang pulang)
Bogor, akhir November ’94
A CANDLE IN THE DARKNESS
tetes satu satu tak mampu menahan langkahku
menyibak malam
menuai jarak
bimbang yang tak jelas
membentang
menantang
sambil bersila kucanggung
merenung di tepi kegelapan
entah apa di depan
jurang nan dalam
hutan belukar
sungai beriak
entahlah
yang kutahu
hanya kicau parau tak tentu
nada sumbang dalam suara emas
merayuku untuk menyatu
entah apa di depan
biarkan ku di sini
merenung diri
pada pelita yang hampir padam
entah sampai kapan
(ya Allah biarkan pelita Mu menerangi kami lebih lama lagi)
Bogor, akhir November ’94
TO BE BETTER
sebaiknya kita diam
nikmati detak jantungmu yang mulai karatan
dalam nafsu dan amarah yang kupendam
sebaiknya kita bisik bisik
ceritakan kenikmatan yang pernah kurasa
agar orang tenggelam dalam nikmat Nya
sebaiknya kita bicara
tumpahkan segala rasa
marah
suka
duka
kecewa
temukan hati yang resah
sebaiknya kita teriak
tunjukkan jati diri kehidupan
karena kita berbeda
jangan paksa suara busukmu
mengotori hati dan pikiranku
karena kita berbeda
sebaiknya…..
(biarkan ku dzikir mengenang kuasa Mu)
Bogor, akhir November ’94
ketika adzan Subuh menggema
dalam hati yang resah